Karena Masalah Kulit, Wanita Ini Bisa Cuan Jual Perawatan Kulit

Karena Masalah Kulit, Wanita Ini Bisa Cuan Jual Perawatan Kulit

Sekitar tiga tahun yang lalu, Keishia Lovelyta memberikan merek Haple pada pakaian yang ia jual. Tapi satu tahun kemudian, ia menjadi sakit parah hingga wajahnya muncul jerawat bernanah, wajah kering sampai berdarah. Pada saat itu ia juga harus bolak-balik rumah sakit. Mengkonsumsi 10 pil 3 kali sehari. Hal itu membuat rambutnya jatuh kulit wajah dan kasar. Karena wajahnya tidak lancar, Keishia mulai mencari produk perawatan kulit seperti masker. Mulai dari lokal untuk produk impor ia menggunakan, tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan pada wajah.

Sampai akhirnya ia mencoba untuk menghadapi minyak dari luar negeri, kurang dari dua bulan Keishia bekas jerawat tidak tumbuh lagi dan perlahan-lahan menghilang. Dari sini, Keishia akhirnya terinspirasi dan memutuskan untuk mengganti bisnis pakaian menjadi bisnis perawatan kulit. “Setelah rasa sakit, saya akhirnya berpikir bahwa kebutuhan kota mode besar, selalu memperbarui model. Dari pengalaman, saya pikir itu membuat industri rumah perawatan kulit menulis. Pas 2017 Haple merek sendiri perawatan kulit,” kata Keishia kepada AFP akhir pekan ini.

Untuk modal awal, Keishia menggunakan barang menghasilkan penghematan pertama. Ketika membangun perawatan kulit Haple, Keishia dicapai dalam waktu kurang dari Rp 10 juta untuk produk yang belum terlalu banyak. Menurut Keishia, jika bisa dari Indonesia mengapa dari luar. Selain itu, kulit sangat berpengaruh dengan iklim, cuaca dan udara. Jadi merek lokal harus merumuskan produk sesuai dengan kulit Indonesia. Maka harganya juga lebih terjangkau dari produk impor. Tapi setelah berkembang, Keishia membuat PT dan modal baru disimpan sesuai dengan ketentuan.

“Sekarang omset ratusan juta, karena Haple juga telah dikembangkan. Setelah awalnya serta miskin harus mencari uang, entah bagaimana,” tambahnya. Keishia membangun Haple perjalanan tidak mudah. Setelah lulus SMA (SMA), Keishia tidak pergi ke perguruan tinggi. Saat itu, ia dalam kondisi keuangan yang buruk. Bahkan, Keishia bercita-cita untuk menjadi seorang desainer. Namun, biaya sekolah dan modal yang membuatnya mundur perlahan-lahan. Dia turnaround, dari fashion sampai perawatan kulit.

Baca juga : Lima Perjuangan Joaquin Phoenix Mainkan Karakter Joker

Wanita kelahiran 3 Oktober 1996 ini mengaku hobi menjual lama. Sejak sekolah dasar (SD) ke sekolah pascasarjana dia selalu menjual. “Ketika sekolah bekerja secara eksklusif perdagangan, tas barang yang masuk, buku pelajaran membawa di tangan. Waktu SMA mama di langganan papa dipanggil ke sekolah karena saya digunakan untuk menjual,” kenangnya. Menurut Keishia, hal yang ia lakukan ketika itu adalah cara untuk bertahan hidup karena dia uang yang berlebihan sebagai teman-temannya. Keisha mengatakan ibunya tidak pernah memintanya untuk bekerja. Tapi ketika dia mengaku tidak mengerti membuat curriculum vitae (CV) CV akhirnya ia disusun seadanya dan tidak ada perusahaan yang menanggapi proposalnya.

Ini menurut dia merupakan hal yang wajar, pasalnya ketika nasional ujian SMA ia hampir tidak lulus karena nilai yang biasa-biasa saja. “Untuk apa harus saya jalankan sekarang, rasanya sangat berterima kasih. Selain itu, setelah bangkrut dan pengemis-kerenya sekere, akan tidak mau harus mencari waktu yang tepat,” tambahnya. Hal-hal yang membuat Keishia Haple gigih membangun seperti saat ini. Untuk meningkatkan kualitas Haple Keishia dibuat menggunakan bahan berkualitas dan tidak palsu. Hal ini membuat Haple produk yang sesuai pada banyak orang. Misalnya, banyak pengguna yang jerawat sembuh dan bebas dari dokter krim yang keras. Untuk menjamin kualitas produk, Keishia juga untuk penggunaan pribadi. Hal ini dilakukan agar ia meyakinkan produk yang baik, aman, dan terjangkau. Saat Haple juga tercantum dalam BPOM.