Modal Rp 5 Juta, Pria Ini Bikin Cuan Beberapa Ratus Juta Dari Sneakers

Muhammad Helmi Imaduddin mungkin tidak menduga usaha sepatu sneakers akan sebesar seperti sekarang. Pria itu sekarang mendapatkan omzet sampai beberapa ratus juta dari usaha sepatu alas karet ini. Usaha sepatu dengan brand Saint Barkley ini diawali bermodalkan cuma Rp 5 juta. Pria yang akrab dipanggil Ami ini menerangkan, Saint Barkley dirintis di tahun 2012. Tidak sendiri, dia membentuk bisnis itu bersama dengan beberapa temannya.

Dia menceritakan, usaha ini diawali bermodalkan Rp 5 juta. Untuk bikin sepatu, dia memasrahkan ke perajin sepatu di Cibaduyut, Bandung. Selanjutnya, sepatu pesanannya dia jual. “Awal-awal itu yakin ataukah tidak modal awal Rp 5 juta. Seperti cetakan, ya sudah nyerahin yang ngerjain. Pertama jalan, kita buat wilayah Cibaduyut masih home made. Kerjanya berapakah orang, karena itu sekali launching 60 (pasang),” tuturnya pada detikcom waktu lalu (12/10/2019).

Ami katakan, dianya terjun ke usaha sneakers sebab masih terbukanya kesempatan pasar. Memang, waktu itu telah ada brand lokal sneakers, tetapi beberapa pemain itu tidak dengan spesial bermain di sneakers. Ucapnya, brand apparel 347 dengan sneakers Indicator serta Ouval dengan merek Gummo. “Mereka lebih ke apparel jadi sepatunya tidak berusia panjang, sebab memang mind product di apparel. Jika Saint Barkley mind product sepatu automatis yang kita pertahanin,” katanya.

Ami akui, bukan masalah gampang untuk bermain di usaha sneakers. Karena, untuk bikin produk berkualitas perlu proses panjang. Dia katakan, sekurang-kurangnya perlu waktu sampai 2 tahun sampai betul-betul diterima pasar. Tidak bingung, dalam waktu peningkatan itu banyak produknya tidak laris di jual sebab tidak sesuai kualitas. “Jadi 2012 sampai 2014 itu ya turun naik trial error, pernah beberapa ratus tidak kejual benar-benar sebab reject semua. Terus develop karena itu bagaimana triknya kekeliruan tempo hari tidak terulang kembali,” terangnya.

Baca juga : Narasi Sukses Dari Tepian, Merantau Serta Jadi Juragan Cemilan

Seiring waktu berjalan, Saint Barkley terus berkembang sebab perlahan-lahan diterima warga. Serta, sepatu yang sebelumnya cuma dibikin di Cibaduyut harus digeser ke sejumlah tempat, dua di Bandung serta satu di Surabaya. Sneakers Saint Barkley juga makin mendapatkan tempat di warga. Karena, orang nomor satu di Tanah Air, yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) beli sepatunya di pameran Jakarta Sneakers Day. Sepatunya sekarang semakin dicari.

“Jika Saint Barkley mah disurvei yang terbanyak (beli) umur 15-35 tahun, dibawah 15 berada di atas 35 ada, hanya sedikit. Jika yang berusia sesudah Jokowi effect, banyak yang hadir kesini kaya PNS atau ibu-ibu ‘Saya ingin sepatu Jokowi,” tuturnya. Ami meneruskan, sepatunya di jual seharga Rp 387 ribu sampai Rp 450 ribu per pasang. Sepatu yang awalannya cuma dibuat 60 pasang ini berkembang dengan penjualan sampai 2.000-3.000 pasang per bulannya.

Masalah omzet, dianya memang malas mengatakan dengan detil. Tetapi, dia cuma menjelaskan sampai beberapa ratus juta. Dengan simpel, dengan cuma mengalikan harga sepatu dengan jumlahnya item yang di jual yaitu Rp 450 ribu dikalikan 3.000 pasang, karena itu dia dapat mendapatkan omzet paling tinggi sampai Rp 1,35 miliar. “Omzetnya ada lah ya, jika dari per bulan ada 2.000-3000 sepatu satu bulan. Ya (tinggal ngaliin) ha ha ha kurang lebih begitu,” katanya. Sepatu Saint Barkley di jual melalui online atau off line. Untuk online sepatu Saint Barkley di jual melalui saintbarkleyshoes.com, Instagram di @saintbarkley, serta beberapa marketplace seperti Tokopedia serta Shopee.