Sulap Garam Jadi Produk Spa, Wanita Ini Raup Beberapa Puluh Juta/Bulan

Sulap Garam Jadi Produk Spa, Wanita Ini Raup Beberapa Puluh Juta/Bulan

Septi Ariyani, bekas pendamping program pugar Dinas Kelautan serta Perikanan (DKP) Kabupaten Cirebon dapat memproses garam rakyat jadi produk kosmetik serta spa. Tiga tahun yang lalu persisnya, Septi melepaskan baji pegawainya serta pilih meningkatkan produk garam. Sekarang Septi jadi entrepreneur garam spa yang sukses di Cirebon. Dia buka toko di tempat tinggalnya. Tidak tanggung-tanggung, Septi telah sukses membuat belasan produk garam spa, seperti foot salt, face scrub, bodi scrub serta yang lain.

Ketrampilan Septi memproses garam hasil tambak jadi garam Produk Spa itu sebab tidak tega lihat harga garam yang terus turun. “Waktu itu, 2016 harga garam Rp 300 per kilogramnya. Saya mencarinya info di internet mengenai faedah garam. Nyatanya dapat digunakan untuk perawatan,” kata Septi waktu terlibat perbincangan dengan detikFinance di rumah tinggalnya di Desa Grogol, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa barat, kamis (3/10/2019).

Produk kecantikan memiliki bahan basic garam bikinan Septi itu mendapatkan sambutan mengagumkan dari warga. Septi juga kebanjiran order. Walau produknya lebih condong digemari warga golongan menengah atas. “Dikirim ke Jakarta, Bandung, Bali serta yang lain. Memang golongan menengah atas, tetapi tidak tutup peluang golongan menengah serta menengah ke bawah suka pada. Sebab praktis, tidak perlu gunakan bathtub, cukup gunakan ember saja,” tuturnya.

Baca juga : Bocah Obesitas Dengan Berat 100kg Asal Karang Meninggal Dunia

Perjalanan Septi mengembang usaha garam spa memang tidak gampang. Septi akui kesusahan memperkenalkan produk serta merubah budaya warga dalam pendayagunaan garam. Septi juga aktif mengadakan seminar untuk merubah sudut pandang warga pada pendayagunaan garam. “Saya enam tahun jadi pendamping program bandar togel deposit pulsa pugar. Saya keluar serta konsentrasi bangun produk. Saat ini Alhamdulillah, saat ini telah punyai 26 karyawan,” tuturnya. Tidak hanya mempunyai toko, Septi sekarang menyewa tambak garam sendiri. “Awal-awal dua hektare, saat ini telah 20 hektare. Sebab kita cocokkan kualitas bahan baku garamnya. Jika di petambak biasa kan terkadang kurang cocok mutunya,” tutur Septi.

Tidak hanya mempunyai 26 karyawan, Septi aktif membina agen serta resellernya. Usaha garam spa yang ditingkatkan Septi itu membuahkan beberapa puluh juta perbulannya. “Omzetnya seputar Rp 30 juta sampai Rp 60 juta per bulan. Saat ini sedang proses perizinan BPOM supaya bisa di export,” tuturnya. Septi memberikan tambahan proses pengerjaan garam spa itu cuma memerlukan perlaatan serta bahan yang lumayan sederhana. “Prosedurnya dapat dikerjakan di dalam rumah. Tidak pabrikan kok, garam cukup digabung minyak zaitun serta mendasar. Gampangnya semacam itu,” tuturnya.

Inspirasi kreatif Septi itu mengundang perhatian Kementerian Koordinator Bagian Kemaritiman (Kemenko Maritim). Kemenko Maritim mengevaluasi usaha yang tengah ditekuni Septi itu. Deputi Bagian Koordinator Sumber Daya Alam serta Layanan Kemenko Maritim Agung Kuswandono menjelaskan garam olahan seperti garam spa penting untuk ditingkatkan. Sebab, lanjut ia, harga garam olahan lebih berharga dibanding garam biasa.

“Garam itu tidak sebatas asin. Kita tetap ribut-ribut harga garam turun. Nyatanya garam dapat juga dibuat jadi garam spa, harga dapat melompat,” kata Agung selesai mengevaluasi produksi garam spa punya Septi. Harga garam spa, sambung Agung dapat sampai Rp 60 ribu untuk 1/2 kilogramnya. Agung memandang garam spa itu mempunyai kesempatan untuk dapat ditingkatkan warga. “Hebatnya yang memproses garam spa ini ibu rumah-tangga. Kami ajak warga atau petambak untuk memproses garam supaya lebih berkualitas, supaya harga melompat,” kata Agung.